topmetro.news, Medan – Anggota Komisi I DPRD Medan Robi Barus SE MAP minta aparat kepolisian mengusut secara mendalam kasus kematian Winda Lorenza Gowasa (WLG) yang ditemukan tewas di Komplek Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia.
Robi menilai, sejumlah hal yang disampaikan pihak keluarga korban terkait dugaan kejanggalan pada kondisi jenazah harus menjadi perhatian serius penyidik. Ia meminta polisi tidak hanya berpatokan pada kesimpulan awal, namun memastikan seluruh fakta di lapangan benar-benar terungkap.
“Kita meminta kepolisian bekerja secara profesional dan transparan. Semua indikasi yang ditemukan keluarga korban harus diperiksa dan didalami, sehingga tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat,” ujar Robi Barus, Kamis (6/8/2026).
Menurut Robi, meskipun proses autopsi telah dilakukan oleh tim dokter forensik, penyelidikan tetap harus membuka ruang terhadap berbagai informasi maupun temuan baru yang dapat membantu mengungkap penyebab sebenarnya kematian korban.
“Autopsi memang sudah dilakukan, tetapi ketika ada informasi atau temuan lain dari keluarga korban, tentu harus menjadi bahan penyelidikan. Jangan sampai ada fakta yang terlewat,” katanya.
Robi menyebut, pihak keluarga sebelumnya mengunggah sejumlah foto dan video kondisi jenazah WLG melalui media sosial. Dalam unggahan tersebut, keluarga menyampaikan adanya dugaan luka lebam di beberapa bagian tubuh korban yang dinilai sebagai indikasi adanya kekerasan sebelum korban meninggal.
“Kita tidak bisa menyimpulkan hanya berdasarkan foto atau video yang beredar. Namun, hal tersebut dapat menjadi petunjuk awal bagi kepolisian untuk melakukan pendalaman lebih lanjut,” jelasnya.
Politisi PDI Perjuangan itu juga meminta penyidik kembali memeriksa seluruh saksi dan melakukan pendalaman terhadap tempat kejadian perkara (TKP) apabila diperlukan.
“Semua harus diperiksa secara menyeluruh. Jika nantinya hasil pemeriksaan menemukan adanya unsur pidana, tentu harus ada tindakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab,” tegas Robi.
Ia menambahkan, masyarakat membutuhkan kepastian hukum dalam kasus tersebut. Karena itu, proses penyelidikan harus dilakukan secara objektif agar tidak muncul berbagai spekulasi.
“Kita percayakan kepada kepolisian. Yang terpenting, seluruh fakta harus dibuka dan hasil penyelidikan dapat diterima semua pihak,” pungkasnya.
Sebelumnya, keluarga Winda Lorenza Gowasa membantah dugaan bahwa korban meninggal akibat bunuh diri menggunakan senjata api. Keluarga menyampaikan adanya sejumlah kejanggalan yang mereka temukan pada kondisi jenazah.
Melalui unggahan di media sosial, keluarga menyebut terdapat dugaan lebam pada beberapa bagian tubuh korban, termasuk bagian leher, serta dugaan perubahan bentuk pada kepala yang menurut mereka perlu mendapat pemeriksaan lebih lanjut.
Keluarga juga mengunggah video kondisi jenazah korban dan menyatakan bahwa temuan tersebut menjadi alasan mereka meminta penyebab kematian WLG diusut kembali secara mendalam.
Hingga kini, proses penyelidikan masih menjadi kewenangan pihak kepolisian untuk memastikan fakta dan penyebab pasti kematian korban.
reporter | Thamrin Samosir

